Tampilkan postingan dengan label My Story. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label My Story. Tampilkan semua postingan

Jumat, 30 Maret 2012

Jeritan Hati Si Sosial

“Makhluk sosial itu kini berubah sedikit apatis dan selalu berlindung di balik kata cuek”

            Dia adalah makhluk sosial, dia berjiwa sosial tinggi, bahkan jika dipresentasikan kepedulian terhadap dirinya sendiri dan orang lain adalah 70:30. Dia selalu ingin melihat orang lain bahagia meskipun kadang harus mengorbankan dirinya. Dia selalu ingin tau permasalahan yang dihadapi orang lain karena dia berharap bisa membantu atau sekedar meringankan beban mereka dengan menjadi teman curhat mereka. Dia tidak pernah bermaksud mencampuri urusan orang lain, namun dia hanya tidak tega jika melihat orang lain menghadapi masalah. Karena dari kecil dia sudah terbiasa hidup bersosial dan tidak mampu hidup sendiri. Dia senang mencari teman dan sahabat. Dia selalu menjadikan sahabat-sahabatnya itu sebagai saudaranya. Dia senang menjadi tempat curhat atau tempat meminta solusi bagi teman-temannya. Ada sebuah kepuasan tersendiri yang dia rasakan saat dia memberi solusi atau sekedar melihat senyuman dari wajah-wajah temennya. Namun sekarang si soaial itu sedikit berubah menjadi seorang yang apatis meskipun belum kronis. Permasalahan-permasalahn yang dia hadapi menjadikan dia berhati keras. Dia yang awalnya terbiasa “bergantung” dengan orang lain atau selalu share permaslahnnya dengan orang lain.
kini berubah menjadi sosok yang sok tegar dan merasa bisa menghadapi semua permasalahnnya sendiri. Perubahanya itu dimulai pada saat dia mengalami sebuah penghianatan besar dalam hidupnya yaitu antara sahabat dan orang yang dicintainya. Dulu baginya sahabat adalah seorang yang dapat dipercayai sepenuhya selain orang tua (jiwa sosial itu mengajarkannya untuk selalu percaya terhadap orang lain). Penghianatan itu begitu memukul hatinya, dua orang yang sangat dia sayangi dan percayai menusuk dia dari belakang, menghianatinya, dan membohonginya. Hal itu sangat menyakitkan baginya karena hal yang paling tidak dia sukai adalah “kebohongan”. Selama ini dia selalu berusaha jujur kepada siapapun karena dia peraya bahwa kejujuran akan membawa sebuah kebahagiaan. Dia tertatih dan tak tau arah, namun dia beruntung masih punya satu sahabat yang selalu setia mendengar dan menemaninya.
             Saat si sosial sudah mulai menemukan jati dirinya yang selalu ceria dan peduli dengan orang lain, cobaan dan ujian kembali mengujinya. Kini dia benar-benar merasa sendiri di dunia ini. Tuhan menghendaki sahabatnya yang baik hati itu menghadapNya terlebih dahulu. Cobaan itu benar-benar lebih sakit dari pengihianatan yang sebelumnya dia rasakan. Pada hari duka itu dia berpikir, “dengan siapa aku akan hidup, kepada siapa lagi aku akan mengeluh, siapa lagi yang akan menemani aku menangis,….. “ dan banyak pertanyaan-pertanyaan yang menghantui pikirannya saat itu. Dia terpuruk dan semakin terpuruk, dia merasa kehilangan separuh jiwanya, cerminan hidupnya. But, Life must go on… kata-kata itulah yang membuatnya terus bangkit dan berusaha menjalani hidup dengan sisa-sisa semangatnya. Dia terus berjuang dan berjuang. Dia menjalani hari-hari biasa hingga tumbuh menjadi sosok yang dewasa. Dalam perjalanannya dia selalu berusaha mencari lagi sosok sahabat baru, tetapi tak juga dia temukan, yang dia temukan hanyalah teman. Jiwa sosialnya membuat dia dengan memilki banyak teman ditempat barunya, namu sahabat yang dia inginkan itu belum juga dia temukan. Tahun demi tahun berlalu, dan keberuntungan serta Rahmat dari Tuhan membawa dia kepada suatu lingkungan baru yang menyenangkan dan memberinya banyak pengalaman serta pelajaran tentang kehidupan. Ilmu-ilmu yang dia dapatkan menjadikannya sosok yang matang. Dan atas ijin Tuhan, akhirnya dia menemukan sosok yang slam ini dia cari, ya… dia dipertemukan dengan sosok sosial yang memilki sifat yang hampir sama dengan dia, dan karena kesamaan itulah akhirnya tumbuh rasa nyaman diantara keduanya. Si sosial kembali menemukan sosok yang dapat dijadikannya tempat mengeluh, tempat mengadu, dan tempat dia bergantung. Sosial yang dari kecil merasa kurang kasih sayang dari seoang ayah merasa nyaman dengan sosok yang dia temui ini. Dia dan teman barunya itu selau bersama, saling bercerita, dan saling bertukar pikiran. Sejenak sosial merasakan hidupnya begitu sempurna dengan kehadiran sosok baru itu. Akhinya sosial pun merasakan sebuah rasa yang sudah lama tidak dia rasakan setelah sekian lama dia mati rasa akibat peghianatan yang dulu pernah dia rasakan. Rasa yang membawanya benar-benar menjadi orang yang paling beruntung di dunia ini. Dia begitu menyayangi sosok baru itu, bukan karena fisiknya, bukan karena hartanya, dan bukan karena sikapnya. Tapi karena Tuhan telah menganugerahinya sebuah rasa, yaitu rasa nyaman. Rasa nyaman yang belum pernah dia rasakan dengan siapapun. Baginya untuk sayang dan cinta kepada seseorang emang tidak butuh alasan, karena jika alasan itu hilang, maka sayang dan cinta itupun akan ikut hilang bersamanya. Sosok baru itu benar-benar membuat hari-hari sosial begitu bermakna. Jiwa sosialnya kembali tumbuh dan kembali seperti semula.
               Namun lagi dan lagi cobaan kembali menghampirinya. Kebersamaan itu tak berlangsung lama, kembali lagi sosial ditinggalkan orang yang sangat disayanginya dan orang yang mampu membantu dia menemukan jati dirinya. Sosial kembali sendiri (tak seperti namanya, sosial terpuruk sendiri, tak ada lagi kawan, tak ada lagi sahabat, tak ada lagi tempat dia mengadu, tak ada lagi tempat dia bergantung). Sosial menjadi sosok yang “sok”  tegar dan kuat berdiri sendiri. Sosial hanya mengeluh kepada Tuhan dalam setiap do’a-do’anya. Dia selalu memendam permasalahannya sendiri dan hal itu menjadikan dia tidak lagi peduli dengan permasalahan orang lain. Kini sosial telah banyak berubah, dia tak lagi memilki jiwa sosial yang sempurna. Dia berubah menjai sosok apatis dan acuh. Jiwa egois telah menguasai dirinya, dia tak lagi peduli dan tak mau mendengar orang lain. Dia selalu berlindung dengan kat-kata “aku lo cuek” hanya untuk menutupi jeritan hatinya. Dia setiap hari menjerit, menangis, tatapi hanya dia pendam dalam hatinya sendiri karena dia benar-benar kehilangan sosok tempat dia biasa mengeluh. Dia tak tahu lagi harus mengeluh kepada siapa karena sosok itu telah hilang dan meninggalkanya. Dia tak lagi peuli dengan permasaahan orang lain. Dia selalu berpedoman “selama anda tidak mengganggu saya, saya tidak akan pernah mengusik anda sedikitpun, anda punya hak untuk hidup dan menjalani hidup anda dengan cara anda sendiri, begitupun juga dengan saya”. Kini Si sosial benar-benar kehilangan jati diri, dia tidak pernah merasa nyaman dan bahagia dimanapun dia berada, dia tak mau dan tak mampu lagi bersosialisasi ataupun menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Sosial lebih sering menyendiri, dia menjadi sosok yang benar-benar egois, apatis, dan acuh tak acuh. Namun itu bukanlah dia, setiap hari dia berontak, berteriak, dan menangis didalam hatinya dan didalam do’anya (karna dia merasa hanya Tuhanlah tempat dia mengeluh). Ia ingin kembali menjadi sosok sosial, seperti namanya. Dia tak mampu hidup sendiri tapi rasa itu belum dia temukan hingga saat ini. Dia tidak pernah merasakan kenyamanan dimanapun da berada. Dia ingin kembali menjadi dirinya yang dulu tapi tanpa bantuan orang lain. Dia berharap hanya Tuhan yang membantunya karna jika dia kembali engan bantuan orang lain, dia terlalu takut kehilangan sosok-sosok itu, dia terlalu takut kehilangan orang-orang yang ia sayang untuk kesekian kalinya. Dia terlalu takut hidup sendiri, dia terlalu takut dengan kata sendiri dan hilang, dia tak mau lagi kehilangan. Dia hanya ingin menjadi dirinya sendiri yang menyenangkan dan disayang banyak orang, bukan dirinya yang sekarang yang egois, kejam, dan banyak menyakiti orang lain. Dia hanya ingin kembali menjadi dirinya sendiri yang selalu tersenyum dan membuat orang lain tersenyum.
Dia selalu berteriak dan berteriak
“aku lelah menjadi sosok yang sok tegar, sok kuat, aku merindukan diriku yang manja dan cengeng, dan aku hanya ingin menjadi makhluk sosial dengan kesederhanaan yang kupunya tetapi aku memilki banyak sahabat dan kebahagiaan”.

Senin, 26 Maret 2012

Sabtu Sore Tanpa Kegalauan di taman Selekta, Batu


Sabtu pagiku kuawali dengan bangun kesiangan, efek kecapekan setelah tadi malam latihan sampai jam 00.00. sms dari temenku membangunkan aku sekitar pukul 06.30 pagi. Badan masih terasa begitu lelah dan matakupun enggan sekali kuajak untuk melihat matahari pagi ini. Tapi karena perut keroncongan memaksaku untuk beranjak dari tempat tidur. Kuambil jaket kesayanganku lalu seteleh cuci muka dan gosok gigi (ups,,, lagi-lagi g mandi.. yyeeekkkk), kutelusuri jalan dikawasan kostanku yang kebetulan pagi itu terasa begitu sepi karena hari ini memang hari ibur kuliah. Pagi ini aku cukup beruntung karena warung nasi langgananku tidak sedang banyak penggemarnya, tanpa antri panjang sudah kudapat sebungkus nasi pecel pengobat perutku.

Kekenyangan membuatku ingin kembali melanjutkan mimpi, namun godaan itu nggak lantas aku turuti dan kuputuskan untuk melanjutkan  aktivitas yang lebih bermanfaat dari pada ngebo (ups). Cuci baju, beres-beres kamar (lebih tepatnya disebut kapal pecah, kamar yang sudah satu minggu g aku urus gara-gara kesibukan yang ga bisa aku tinggal, sampai-sampai anak kost sering bilang aku hanya numpang tidur di kos).

Setelah 1 jam berlalu,,,
trink.. akhirnya ruangan ini kembali layak disebut kamar. (huhuhu). Semangatku udah balik, selesai bersih-bersih, mandi dan ganti baju, aku pergi ke perpustakaan (bukannya mau sok rajin libur-libur ke perpustakaan, tapi lebih karena tuntutan… ups.. sedikit kepaksa) hehehehe. Semester 6 memang terasa berat banget buat aku, persiapan buat ngajuin judul skripsi n tuntutan buat segera ngerjain skripsi memaksa aku buat rajin keperpustakaan. Sesampainya diperpustakaan langsung kutuju ruang skripsi buat nyari bahan atau rujukan yang sesuai dengan judulku. Bolak-balik,, namun g aku temukan juga. Tema yang aku ambil emang sedikit banget rujukannya yang berupa bahan cetak atau buku. Alhasil karena udah sedikit putus asa n jam udah menunjukkan puku 12.00 (bisa di bayangin kan jam sgitu gimana panas n ngantuknya).. hmmmm
Aku pergi ke ruang lesehan di perpustakaan kampusku yang super megah itu, dan alhasil bukannya aku nyari bahan rujukan, malah ngotak atik laptop dan alhasil aku ngedit foto. Heheheh

“bek ada rencana apa sore ini??”.. sms dari temenku mbuyarin kosentrasi editingku..
“g ada te,” jawabku singkat
“ayog mbolank..”
“kmna???”… bla bla bla… perbincanagan dengan Tante Autiezz (temen mbolankku, temen UKM, sekaligus sahabatku yang udah aku anggep kaya sodara sendiri… nama aslinya si keren Febri Permitasari, tapi karena kelakuannya yang autiezz itu akhirnya dia sering dianggil tante autiezz)..diseberang melalui pesan singkat (sms) akhirnya menemukan sebuah kesepakatan. Yups,,, sore ini kita akan pergi keSelekta untuk menghilangkan kegalauan di sabtu sore. Penyakit yang aku dan dia derita hingga saat ini memang sama… kita bisa dan biasa melalui malam minggu seorang diri, namun kita akan terserang penyakit “andilau” tingkat dewa pada saat sabtu sore (bukan satu suro lo ya), maka dari itu kita selalu berusaha menghabiskan sabtu sore bersama atau dengan temen2 kita biar kita g galau atau memikirkan hal-hal yang g penting banget. Setelah ku ketik kata terahir “ok, aq plg skrg”…. Langsung kubereskan semua perlengkapan dan aku pulang kekost (bayangan rujukan dan skripsi g lagi ada, jiwa travelling n Back packer  bener-bener udah merasukiku saat itu)…

Setelah selesai makan siang n sholat.. ku ambil tas punggungku dan aku siap berangkat dengan kaos oblong warna merah + sandal jepit kesayanganku (keliatan banget kaya anak jalanan yang siap mbolang… hehehe…) buat aku enjoy dengan gayaku yang seperti itu.. Its Me n I just want be my self….
Setelah Tante nyampe kostku,, akhirnya kita berangkat dengan BONEK,  bondo nekat, karena kitapun g tau jalan ketempat yang akan kita tuju itu dan Karena kebetulan motorku lagi ada dikampuang halaman, akhirnya kita putuskan “mbolank” kita kali ini adalah edisi naik angkot, itupun kita belum tau agkot apa saja yang harus kita naiki untuk sampai di Selekta… Bener2 BONEK parah, tapi bukan berarti kita BONEK lo ya,, Kita tetep Aremania Ijates
J.
Setelah keluar dari kost dan gang sumbersari kita naik angkot pertama… yups angkot warna biru itu membawa kita menelusuri jalan dari kostan ku menuju terminal landungsari… seteleh bertanya pada tukang parkir tentang angkot selanjutnya agar bisa nyampai di Srelekta (namanya juga bondo nekat, kita mikir pada saat itu kita masih dianugerahi mulut yang normal, otomatis kita tidak akan tersesat dan pasti sampai tujuan jika kita mau bertanya)… tukang parkir yang baik itu mengarahkan kita untuk naik angkot warna pink (wew.. co cweettt).. inilah Malang yang unik, angkot disini beraneka macam, namun kita g bisa memilih angkot berdasarkan warna yang kita sukai untuk mencapai suatu tempat, karena beda warna pasti beda tujuan. Hal yang lucu disore itu,, temenku yang nota benenya penggila warna ungu,,, ngotot pengen naek angkot warna ungu. Hahahaha….
Seteleh kurang lebih 15 menit perjalanan, kita sampai di terminal kota Batu, terminal terakhir yang kita singgahi… dan kali ini kita harus memilih untuk naik angkot warna orange (warna yang aku dan tante sama sekali g suka),,, andai aku bisa memilih…. Hiks….
Kegilaan antara aku dan tante memang tidak terbatas ruang dan waktu. Diangkotpun kita tetap menggila… ada sesuatu yang lucu banget n bikin kita ngakak ðiangkot sampe diliatin orang-orang didalam angkot itu. Kita berdua duduk berseberangan (masih didalam angkot), g berapa lama ada dua orang ambon masuk keangkot. Yang satu duduk disampingku n yang satu duduk disamping tante… dan tahukah saudara…..?????
cwek ambon yang duduk disebelahku itu sama persis atributnya kaya aku “kaos oblong warna merah + sandal kuning”…. (bayangkan aja ekspresiku n tante … tuink tuink)..
Seketika tawa kamipun pecah.. wgwgwgwgwgwgwg. Setelah diliatin orang-orang baru kita berhenti dan dengan ekpresi datar n tanpa rasa bersalah kita langsung bersenandung menyanyikan lagu-lagu galau sambil ngilatin langit kota batu yang lagi galau juga (mendung tapi g ujan).
Setelah 30 menit perjalanan akhiryaa kta sampai di tempat tujuan… Yyups… SELEKTA…
dan teryanta dua cwek ambon tadi juga ketempat yang sama. Jadi kami berempat jalan beriringan.. namun akhirnya kita putuskan untuk memisahkan diri dan kembali bernarsis-narsis ria berdua… dan ini lah hasil jepretan narsis kami di tempat penghilang galau edisi sabtu sore, 18 Maret 2012…
(sebelum dan setelah melihat di harapkan banyak istighar :D)
 
(gaya yang g pernah berubah n ga tau tempat… “narsis diangkot kedua”)

  
(duduk berdampingan tapi tak mau saling mengenal.. wgwgwggw… “couplle in Saturday :D)

(narsis dulu dah didepan pintu masuk.. “wajah nggapleki 2012, siap dihajar” pisss)



Alhamdulillah yah….. (versi aku sendiri)
       Sabtu sore berhasil kita lewati tanpa galau, setelah menghabiskan waktu di taman Selekta,, dan karna waktu juga sudah menunjukkan kesoreannya.. setelah menunaikan kewajiban (sholat ashar) disalah satu mushola, kita bergegas untuk kembali ke kota Malang sebelum petang datang atau kita akan semakin kaya orang hilang. Alhamdulillah,, banget pas keluar dari area Selekta kita langsung dapat angkot, tapa kita susah nyari n tanpa harus menunggu lama. Dalam pikiranku terbesit, Allah memang Maha Segalanya. Bayangin aja kalo kita tadi tidak mampir kerumahNYA (mushola) dan kita langsung keluar, pasti kita akan menuggu lama banget untuk dapet angkot, karna dapat dipastikan jam segitu 17.00 WIB, susah banget nyari angkot, kalaupun ada pasti nunggu penumpang penuh. Yups,, hari ini kita memang benar2 beruntung, mulai dari langit yang  berubah cerah (walnya hujan deras waktu kita mau berangkat), hingga kemudahan untuk pergi dan pulang.
Perjalanan kita hari ini kita tutup dengan makan “jajanan pasar” disekitar terminal.. ada macam2 jajanan yang dapat mengganjal perut kelaparan kita sore itu. Setelah selesai makan, kita putuskan untuk kembali ke Malang, kembali angkot biru menemani perjalanan kita hingga sampai di kost-an kembali…
Banyak Pelajaran yang dapat kami ambil pada hari ini, dan pastinya hari ini adalah sabtu yang menyenangkan..
Sabtu yang indah karna AnugerahNya
Sabtu yang menyenangkan karna Rahmat dariNYa
dan sabtu yang tak menggalaUkan atas ijin dariNYa
Sampai jumpa diperjalanan kami berikutnya J

Selasa, 13 Desember 2011

.....^....^......



Kutapaki jalanan sepi dikampung halamanku. Jam sudah menujukkan pukul 23.00,,, sudah sangat malam untuk ukuran disebuah desa. Tak ada lagi kendaraan berlalulalang, tak satupun kujumpai orang dijalan. Sepi, sunyi hanya ditemani angin malam yang menyapaku dengan lembutnya. Harum udara yang tercium tanpa polusi dan masih khas bekas hujan,, aku berjalan menuju rumahku yang jaraknya tak begitu jauh dari rumah saudaraku dalam kesendirian,,, seharian ini aku dan keluargaku dirumah saudaraku untuk merayakan kelahiran ponakanku … Jarak 5 meter dibelakangkua ada kakakku yang sedang sibuk telepon dengan kekasihnya… sayup-sayup kudengar pembicaraan mereka… yah tampak sekali keduanya berbincang layaknya orang yang sedang jatuh cinta. Keadaan hening ditambah semriwing suara orang bermesraan ditelepon membawaku kembali dalam sebuah lamunan dan angan-anga. Aku kembali berandai-andai. “Andai waktu dapat kuputar kembali, setidaknya ketika aku masih memiliki seorang kekasih, tempat hatiku berpaut,, seseorang yang selalu menemaniku bersmsan ria hingga larut malam hingga aku tak merasa kesepian. Seseorang yang biasa aku ajak berantem dan nemenin aku begadang meski hanya dengan kata-kata di inbox”. Akh… apalagi yang terlintas dipikiranku ini.. sejenak aku berhenti ditempat favoritku,, tempat yang berada diketinggian,, pinggir jalan yang luas,,,yang didepannya  tak terhalang pohon ataupun rumah penduduk… dari tempat itu aku dapat melihat dengan jelas karunia Tuhan… Alam yang sungguh megah yang selama ini sering aku abaikan hanya karena aku terlalu sibuk dengan urusan duniaku… terlalu sibuk memikirkan keadaan hatiku, dan terlalu sibuk menangisi keterpurukanku hingga aku g pernah sadar kaalu Tuhan memberiku karunia dan nikmat yang sungguh luar biasa. Tuhan masih memberiku kesempatan untuk dapat menikmati keindahan dunia ini,, Tuhan menciptakanku dengan kesempurnaan tanpa kekurangan satu organpun agar aku dapat menikmati hidupku, tapi apa yang aku perbuat selama ini,, aku hanya menuntut, menuntut dan menuntut,, sedikitpun aku tak pernah merasa bersyukur atas karunia Tuhan.
Lama aku terdiam memandangi langit yang begitu cerah malam ini,, langit yang begitu luas dihiasi dengan sinar rembulan dan berkawan bintang-bintang yang bertaburan,, udara yang begitu segar membuatku semakin ingin berlama-lama disini. Tapi lagi dan lagi suasana yang hangat ini membawaku kembali dalam lamunan. Dan aku mulai berhapar dan berhayal… teringat kata-kata seseorang bahwa “hayalan bukan berarti tidak bias diwujudkan”, dan baginya “hayalan adalah tujuan”.. kata-kata itu masih tertanam rapi di pikiran dan benakku,,, dan hingga mala mini kata-kata itu kembali membawaku dalam sebuah hayalan dan harapan tentang mimpi-mimpi yang ingin kusampaikan ke Tuhan,,, sang Maha pemberi. Tuhan, jika aku masih boleh meminta sebuah permintaan, aku ingin waktu itu kembali lagi padaku,,,Tuhan, jika aku masih diberi kesempatan untuk meminta lebih dari satu permintaan, aku hanya ingin menikmati suasana seperti ini bersama dia, aku hanya ingin berbagi suka dan duka bersama dia, dan aku g ingin lagi berbagi hati dengan orang lain selain dia. Namun jika memang itu tidak mungkin untuk dikabulkan dan aku masih diberi satu lagi permintaan yang lain ijinkan aku untuk memintanya,,  Tuhan, jika memang dia bukan jodohku dan kita tak mungkin untuk disatukan,,, kirimkanlah aku seseorang yang menerima aku apa adanya dan bisa menyayangiku dengan tulus, tapi sebelum itu semua terjadi tolong kasih tau dia bahwa aku tulus menyayanginya dan sampai detik ini aku memohon kepadaMu, aku masih setulusnya saying sama dia. Dan untuk dia,,, beri dia selelu kebahagiaan,, jangan biarkan dia terluka sperti dulu waktu pertama kali aku menemuka hatinya yang sedang terluka…
Ups g kerasa udah nglantur terlalu jauh…
Enggak papa wes lanjutkan…
malam ini aku pengen banget curhat sama Tuhan,, karna aku tau hanya DIA yang mengerti aku,,, Tuhan,,, apa emang salah ya kalau aku menyayangi seseorang,, temen2ku banyak yang bilang aku alay, lebay,, hanya karena aku g bisa lupain dia n sampe sekarang aku masih sayang sama dia meskipun dia udah nyakitin aku… temen-temenku banyak yang Tanya,, “apa istimewanya dia yang membuat aku mempertahankan dia sampe sekarang bahkan menolak setiap seseorang yang berusaha mendekati aku”… Hmmmm… g perlu aku katakan Engkaulah yang Maha Tahu apa yang ada dihatiku… karna sesungguhnya akupun tak tau jawabannya yang aku tau aku menyayanginya,,, dari mulai petama aku kenal sama dia aku sudah merasa nyaman dan merasa sudah kenal lama dengan dia. Mungkin itu juga yang bikin kita bisa nyambunk n bisa deket
*********
Sinar rembulan malam ini begitu indah hingga membuat aku g sadar kalo aku udah disini lama… sampe2 aku udah g ngliat kakakku lagi… wah aku ditinggal gara-gara keasyikan nglamun… huhuhu… (dasar kakaku ne emank rese’)
Dengan bergegas aku nyusul kakakku untuk pulang,,, ditengah jalan aku ketemu 2 orang yang lagi jaga pos kamling alias ronda…
Dengan ramahnya salah satu dari mereka menegur aku
“kok tumben jalan non, tadi kayaknya bapaknya non jemput itu?”
“iya pak,, lagi pengen jalan aja” jawabku dengan senyum yang sedikit kutahan,,.. agak g enak juga c malem-malem gini jalan sendirian..
“tadi saya lihat kakak non ya yang jalan didepan itu?” lanjut Bapak itu penasaran..
“iya Pak, tadi pulangnya bareng saya,, trus karna saya jalannya terlalu pelan makanya saya ditinggal”
“wah,, pasti non tadi nglamun ditempat biasa ya??” Sahut Bapak Madi yang sejak tadi memperhatikan pembicaraanku dengan pak waris. Pak madi yang udah hafal betul dengan kebiasaanku kalo aku jalan jam segini n lewat tempat itu selalu bias memaklumi kenapa aku pulang malem n jalan sendirian.
“hehehehe… tau aja Pak Madi ini” jawabku dengan malu-malu..,, “Mari pak,, saya pulang dulu, udah ditungguin mas ryan’ lanjutku kemudian melanjutkan langkahku dengan sedikit terburu
:iya non, ati-ati ya”.. kata-kata Pak Madi udah  terlalu terdengar dengan jelas karna aku lari wat ngejar kakakku
Yah saatnya ku kembali kedunia nyata dan keluar dari dunia hayalan yang hanya kan membuatku berharap dan terus berharap. Sampai dirumah aku g bias langsung tidur,, pikiranku menerwang mengingat kembali lamunanku tadi,, sudah terlelu larut untuk eku memjamkan mata, buku-buku tugasku berserakan disampingku menanti untuk dijamah dan segera diselesaikan… Deadline minggu ini menyelesaikan 5 tugas individu. Tapi kepalaku pusink… pikiran serasa penuh dengan hal-hal g penting, kepalaku berat, badan lelah tapi mata tak dapat aku pejamkan. Kubuka netbook ku dan kuambil salah satu buku tuasku… mencoba untuk mencicil tugas yang udah nunggu berbulan-bulan buat dikerjain… tapi lagi-lagi… akh…. G ad aide buat ngerjain tugas… wal hasil kubuka foto-foto kenanganku bersama dia dan mereka. Terlihat jelas dalm foto-foto itu senyum bahagia dalam sebuah keluarga kecil yang terbentuk karena kesmaan tujuan. Aku ingin masa-masa itu kembali lagi,,, setidaknya kekeluargaan itu dapat aku rasakan lagi. Kita berawal dari sebuah hubungan pertemenan yang terjalin dan keluarga kecil,, dan aku ingin sekarangpun kita msih bias seperti itu. Jangan sampai hubungan kita merusak kekeluargaan ini.. jangan sampai perasaan ini merusak sebuah keluarga kecil yang indah…..
Selesai membuka-buka akbum kenangan bersama mereka… ku mencoba menuliskan rangkaian isi hatiku diiringi suara jarum jam… aku mulai menulis, menulis dan terus menulis.
Do’aku Untukmu
Hari berganti hari dan semakin kunikmati
Awalnya begitu sulit kujalani hidup saat kau tak lagi disisi
Namun semakin kau menjauh semakin aku sadar bahwa hidupku lebih berarti
Masih banyak cinta yang kini dapat aku rasakan
Ketulusan dan kasih sayang kini benar-benar aku dapatkan
dari mereka,orang-orang yang menganggapku berharga….

Terima kasih untukmu kusampaikan…………
Atas cinta yang pernah kau ajarkan
Tentang kejujuran yang selalu kau tanamkan
Atas kebahagiaan yang pernah kau berikan
Kenangan itu tak akan pernah bidsa hilang
Walau hanya sesaat namun darimu aku mengerti tentang arti sebuah kehidupan

Meskipun kau belum sepenuhnya mengerti apa itu sebuah ketulusan
Apalagi arti cinta yang sesungguhnya
Dimana cinta tak hanya tentang memberi atau menerima
Tetapi lebih dari sebuah kata…..
Bagaimana cinta mengubah batubata menjadi batu permata
Bagaimana cinta itu dapat memahami berbagai kekurangan
Dan bagaimana cinta memberikan kesempatan atas sebuah kesalahan

Maafkan aku yang tak dapat membahagiakanmu
Maafkanku yang tak mampu mewujudkan keinginanmu
Aku bukan manusia sempurna seperti yang kau inginkan
Aku hanyalah manusia biasa yang sedang belajar arti sebuah kasih sayang
Maafkan aku yang selalu membuatmu marah
Maafkan aku yang tak pernah bisa mengalah
Dan maafkan aku yang hanya bisa membuatmu lelah

Kini hanya do’a yang dapat aku berikan…
Tuhan ,, jaga dia karna ku tak dapat lagi bersamanya
Lindungi dia karna ku tak punya kesempatan lagi untuk menemaninya
Jangan biarkan dia terluka dan menagis karna ku tak dapat lagi menghapus air matanya
Buatlah dia selalu bahagia…
Semoga dia dapat merasakan kebahagiaan seperti yang kini aku rasakan
Mendapatkan cinta dari seseorang yang dia harapkan
dan memeperoleh ketulusan dari seseorang yang dia inginkan

air mataku kembali tak terbendung,, saat kutulis kata demi kata, bait demi bait hingga menjadi suatu ungkapan perasaan… campur aduk pperasaa yang aku rasakan kangen, marah, sedih, seneng… g tau lagi apa yang sebenarnya aku rasakan malam itu,,, hanya satu yang aku tau,,, aku kangen kamu dan kenangan kita..
************
Paginya aku bangun dengan bermalas-malasan,, mata masih enggan untuk terbuka gara-gara semalem begadang dan bernostalgia dengan kenangan.. dengan langkah gontai kuambil tas ranselku dan aku segera packing “masih dengan mata yang terpejam ringan”…. Setelah selesai packing aku segera ambil air wudhu dan kulaksanakn kewajibanku sebagai umatNya,,, siraman air wudhu yang dingin sangat menyejukkan dan dapat mengobati kantukku…
“mas… ayo bangun,,, uah jam 5 ne,,, ntar aku telat lho” selesai menghadap DIA,, kubangunkan kakaku yang masih tertidur pulas. Dia janji mau nganterin aku balik kekost an pagi ini karna aku harus masuk kuliah jam 08.00…
“iya,,, bentar” jawabnya masih dalam selimut tebalnya
“ayo buruan,,, ntar aku telat lho…” karna g sabar kurtarik aja selimutnya biar dia langsung bangun… hehehehe… kebiasaan isenk saat bangunin orang.
“iya ne bangun,,, dasar bawel..” dengan gerutuannya dia langsung kekamar mandi.
M 06.00 tepat aku berangkat menuju tempatku menuntt ilmu dan kesibukanku sehari-hari. 2 hari berada dirumah berasa sangat kurang untuk dapat dikatakan sebagai waktu buat istirahat. Hanya berasa mampir. Jam 08.00 aku sampai dikost an. Dengan langkah gontai dan masih sangat maleszzz aku berangkat kuliah dengan sahabat-sahabatku.
“heh,, jam berapa kamu nyampe?? ‘tanya cici yang udah biasa berangkat bareng
“baru aja nyampai,,, masih ngantuk ni, males mau kuliah…
“ayo berangkat” Ani datag dan langsung nyamber
“ayoooooo” jawabku serentak …
Go to campus….

**** To be continued ****

Template by:

Free Blog Templates